Photograph

Sekelumit derita gadis kota

20f6325486540ca12c950fa8f2a865d9--just-girly-things-little-things

Kala di saat masa yang dulu terjadi

Terhimpun menuju ruangan bingkai dinding abu-abu

Tersemat rasa rindu yang membelenggu Baca selengkapnya

Iklan

Peter Pan

Dear Peter Pan…

Aku ingin hidup sebagaimana dongeng

Bersuka cita dan kadang penuh luka

Namun aku sama sekali tak pernah menginginkan hal yang sangat buruk terjadi

Sesekali ku usap air mataku yang tergelincir jatuh mengenai pipi

 

Entah bagaimana aku hidup dalam dunia nyata

Karena aku hanya bergantung pada banyak keuntungan

Namun, aku tak pernah menyadari itu

Dunia ini seakan menekankanku pada seribu keadilan bahkan tidak

Aku tak pernah menyadari tentang hal yang sekiranya harus ku terima

Sungguh hari ini aku menangis

Duduk di tempat yang masih sangat sunyi

Di malam yang harusnya aku tertidur lelap

Menunggu esok pagi yang penuh misteri

Jalan ini kadang membawaku ke banyak pengalaman nan pilu dan sungguh pelik

Aku tak pernah merasa bahwa semua atau bahkan seujung jari ada banyak kesempatan yang lebih menarik

Terlebih sekarang aku hanya memikirkan hal yang tak kan pernah kembali’

Terbungkus menjadi sebuah pelajaran yang begitu pahit

Tak hanya sekali bahkan sudah genap yang kedua kali

Peter….

Apakah di sana Tinker bell baik-baik saja ?

Di musim dingin seperti ini apa dia tidak lupa untuk mengenakan pakaian hangat?

Sarapan roti panggang kaya serat di pagi hari

Dan tidak lupa untuk mengoleskan selai cokleat kesukaannya di atas roti

Ia tak begitu suka manis, maka dari itu jangan berikan Tinker susu full cream

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan dan jangan terlalu banyak keluar di musim dingin ini

Tetaplah untuk selalu menunggu saat salju sudah benar-benar mencair karena sinar matahari

Di musim panas …

Aku di sini masih menyukai kopi

Jenisnya cappuccino

Jangan terlalu mengkhawatirkanku Peter…

Kau harus lebih mengkhawatirkan Tinker

Karena,

Aku akan selalu baik-baik saja, begitu seterusnya…

Sampai aku tiba kembali

Di negeri yang kenyataanya hanyalah omong kosong

Negeri yang hanya ada dalam fantasi

Sampai aku bertemu Grim bersaudara

Hansel dan Gretel

Aku berjanji akan mencari mereka

Yang menghilang di tengah hutan yang gelap

Di rumah nenek sihir yang jahat

Dan membawanya kembali

Ke tempat asal mereka

Meskipun itu tak akan mungkin

Aku

Pergi…

Good bye Pan

Sampai bertemu kembali di dimensi waktu yang berbeda

February, Tuesday 24 2015 (22:16)

Room without space

Bright Fellows

Aku dan Keempat Malaikat Yang Menemani

Kini senja telah berganti menjadi malam. Di tempat yang ku duduki saat ini terasa lebih nyaman walau sunyi. Waktu telah menemaniku banyak hal dan selalu mengingatkanku tentang apa yang harus ku hindari dan harus ku jalani.

Pernah suatu hari, aku sedang bersama temanku yang cantik nan baik, dia lumayan solehah menurutku. Sajak tentang cerita bagaimana dengan hal gaib dan tak tersentuh sama sekali. Adalah Malaikat yang selalu membatu mengawasi.

Langit kiranya tidaklah sesepi dan seluas jagat yang sering kita pandangi sehari semalam. Entah di atas sana kiranya sudah sesak dengan segumpulan Malaikat-Malaikat yang diamanati oleh Tuannya untuk mengawasi ciptaan yang paling dimuliakan daripada mereka.

Tentang apa, bagaimana, dan mengapa. Langit sejatinya menjadi bukti nomor kesekian nantinya di masa depan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Luar biasa ciptaan Beliau, tak pernah ada yang cacat sekalipun. Seperti skenario drama-drama korea yang akhir-akhir ini tak pernah dilewatkan, begitu apik dan rapi.

Maha suci Engkau yang diakui oleh banyak umat bahwasanya Dialah yang seharusnya kita syukuri atas segala nikamat yang tak sekiranya dapat dibalas hanya dengan “memberi sepotong biskuit”

Dan hari ini seharusnya kita patut bersyukur. Tentang hari yang selalu dipermasalahkan mengenai keesaanNya. Well, bukan tentang siapa yang harus kita salahkan dan bukan soal apa yang harus kita gunjingkan. Tetaplah menjadi seorang yang seharusnya dan biarkan orang lain mengerjakan apa yang orang lain biasa kerjakan.

Menyikapi masih dengan cara bagimana yang telah diajarkan Baginda kepada umatnya.

Alhamdulillah

Dec 25 2014, Thursday (19;49)