Karya Tulis

Dreams and Drums

Agak lawas ketika membayangkan tentang nostalgia lima tahun silam. Ketika kamu merasa lelah beristirahatlah. Malang di saat ekspektasi terasa nihil. Jauh di dalam angan-angan yang terlukis di relung sanubari. Dan kita hanyalah manusia tanpa daya, yang selalu meminta namun jarang bersyukur. Well, hujan mungkin tak seindah percakapan munafik kita yang lalu.

(lebih…)

Hansel and Gretel

(sequel of Peter pan)

Aku sudah menemukan Hansel dan Gretel

 

Tak jauh dari ujung hutan yang temaram

Mereka sedikit terpongah melihatku berdiri menatapnya

Deru napas mereka saling tarik ulur mengilir

Sedikit ku jelaskan tentang tujuanku

Dan akhirnya, mereka membawaku ke kediamannya yang sepi

Peter…

Rasanya sulit untuk menyanggupi banyak beban yang bergelayut

Aku sendiri bahkan tidak pernah menyembunyikan senyum yang hangat

Menyapa dengan kata yang ramah dan baik

Pan..

Aku takut akan esok pagi

Esok pagi yang selalu ku temui dan harus ku lewati

Bahkan jika aku menginginkan untuk tetap tinggal

Rasanya aku berada di arah yang membuatku semakin tertekan

Barusan,

Hanya dua menit aku berbicara pada Hansel dan Gretel

Tentang nenek sihir dan ibu tirinya yang jahat

Ayahnya yang egois sementara dan ia kembali baik

Hansel dan Gretel agak sedikit linglung

Hingga membuatku sedikit kikuk

Namun mereka cukup baik

Menawarkanku secangkir cokelat hangat dan separo potong roti yang sudah sedikit mengeras

Selama dialog perbincangan berlangsung aku hanya terdiam

Hansel dan Gretel sungguh cerdas

Mereka bahkan tak pernah sama sekali mengeluh

Aku banyak terpincut

Sedang aku yang hidup dengan penuh keuntungan hanya bisa menunggu

Menunggu tanpa ada dalil yang mendorongku

Aku sudah banyak terbuai dengan dongeng

Cerita fiktif yang tak pernah ada

Tapi itu tak pernah ku gubris

Dongeng terkadang membuatku tak pernah merasa sendiri

Mereka banyak menawarkan bumbu fantasi yang ringan namun menyentuh

Aku mungkin gila, percaya dengan dongeng yang tak pernah nyata

Tapi

Manusia mempunyai karakternya masing-masing

Aku masih demikian

Kopi yang hangat di malam hari dan dingin yang menemani

Kita pasti akan bertemu kembali

Sekalipun terpenjara oleh tebing labirin yang tak ada habisnya

Hansel & Gretel

Bright Fellows

Aku dan Keempat Malaikat Yang Menemani

Kini senja telah berganti menjadi malam. Di tempat yang ku duduki saat ini terasa lebih nyaman walau sunyi. Waktu telah menemaniku banyak hal dan selalu mengingatkanku tentang apa yang harus ku hindari dan harus ku jalani.

Pernah suatu hari, aku sedang bersama temanku yang cantik nan baik, dia lumayan solehah menurutku. Sajak tentang cerita bagaimana dengan hal gaib dan tak tersentuh sama sekali. Adalah Malaikat yang selalu membatu mengawasi.

Langit kiranya tidaklah sesepi dan seluas jagat yang sering kita pandangi sehari semalam. Entah di atas sana kiranya sudah sesak dengan segumpulan Malaikat-Malaikat yang diamanati oleh Tuannya untuk mengawasi ciptaan yang paling dimuliakan daripada mereka.

Tentang apa, bagaimana, dan mengapa. Langit sejatinya menjadi bukti nomor kesekian nantinya di masa depan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Luar biasa ciptaan Beliau, tak pernah ada yang cacat sekalipun. Seperti skenario drama-drama korea yang akhir-akhir ini tak pernah dilewatkan, begitu apik dan rapi.

Maha suci Engkau yang diakui oleh banyak umat bahwasanya Dialah yang seharusnya kita syukuri atas segala nikamat yang tak sekiranya dapat dibalas hanya dengan “memberi sepotong biskuit”

Dan hari ini seharusnya kita patut bersyukur. Tentang hari yang selalu dipermasalahkan mengenai keesaanNya. Well, bukan tentang siapa yang harus kita salahkan dan bukan soal apa yang harus kita gunjingkan. Tetaplah menjadi seorang yang seharusnya dan biarkan orang lain mengerjakan apa yang orang lain biasa kerjakan.

Menyikapi masih dengan cara bagimana yang telah diajarkan Baginda kepada umatnya.

Alhamdulillah

Dec 25 2014, Thursday (19;49)