Penulis: Dinuts

An ordinary girl who Love Rain, Night Sky, and have Personaly Cold Character. Coffee Addict. Love writing and reading. Liverpool is a club that i support and Anime Lovers.

Dreams and Drums

Agak lawas ketika membayangkan tentang nostalgia lima tahun silam. Ketika kamu merasa lelah beristirahatlah. Malang di saat ekspektasi terasa nihil. Jauh di dalam angan-angan yang terlukis di relung sanubari. Dan kita hanyalah manusia tanpa daya, yang selalu meminta namun jarang bersyukur. Well, hujan mungkin tak seindah percakapan munafik kita yang lalu.

(lebih…)

Gong Seungyeon dan Lee Jonghyun dalam viritual couple We Got Married

Jonghyun

#GongSeungY5

” Could you please do not hate her or bashing with hars words you throw to her. She is kind, beautiful and humble. How could you be a heter just because she is on wgm with cnblue guitaris?”– Nuts

Dear Aash…

Ada saat dimana… gua khawatir dengan hari esok, di masa depan yang tak pernah seorangpun menyanggupi apa yang terjadi. Kadang, gua merasa jika suatu hari nanti apa yang gua harapkan bakal terjadi. Suatu ikatan rumit memang, mengingat gua bukanlah dua oknum yang sedang gua bicarakan di artikel sederhana ini. Karna pada dasarnya merekalah yang menjalani bukan gua atau orang lain yang mempunyai satu pemikiran seperti halnya gua.

Baiklah, here we go

Mereka adalah Gong Seungyeon dan Lee Jonghyun. Datang dari dua dimensi yang berbeda. Seungyeon adalah aktris yang bisa dibilang newbie di tahun ini dan Jonghyun adalah musisi sejak era 2009 diposisikan sebagai gitaris.

Acara yang membawanya, banyak menghibur seluruh jajaran jagat raya dan bahkan setiap gua liat komentar di SNS dua oknum ini banyak yang menggunakan bahasa di luar zona asia. We got married, acara yang lumayan lawas dan sudah memakan empat season ini, sukses membuat pemirsa ingin menunggu hari sabtu di jam lima (waktu korea) gua adalah salah satunya.

Kalian tau? Saat menonton acara ini terkadang dunia kalian sudah terbelenggu ke dalam fantasi yang rumit. Delusi adalah salah satunya. Kedua adalah asumsi dan yang mungkin terakhir adalah analis. Gua adalah lurker daripada forum soompi yang secara gamblang ada thread  yang membahas khusus mereka. Dan Bammm!! Abis subuhan yang biasanya gua selalu mencari waktu luang untuk menonton acara televisi, sekarang sudah tergantikan dengan membaca post per post daripada Brownies (sebutan untuk fans couple ini). Gua cukup ternganga ketika mereka yang sesungguhnya gua ga kenal siapa membicarakan tentang hal ini dan itu (delusi, asumsi, analis) yang sama sekali di luar pemikiran gua.

Gua hanya tersenyum dan terkadang mengerutkan dahi, karena gua suka missundertanding dengan bahasa inggris. Sulit memang meninggalkan kabiasaan ini, terlebih kadang gua suka kebawa dengan kisah perjalanan Jonghyun dan Seungyeon.

Jonghyun  yang tampan dan sedikit dingin.

Seungyeon  yang cantik, baik dan rendah hati.

Yaaaap… dan yang paling berbahaya adalah ketika gua merasa bahwa diri gua adalah Seungyeon, yang akan sakit hati ketika membicarakan masa lalu Jonghyun tentang gadis-gadis cantik yang pernah dekat dengannya. Tentang Jonghyun yang jarang memberikan like terhadap foto yang diunggah Seungyeon. Tentang video AOA yang pernah dia pamerkan diinstagramnya yang menuai dan memancing emosi dari para haters maupun bukan.

Gua masih inget, pada saat itu, tangan gua rasanya lemes. Saat gua liat kometar yang sejujurnya gua merasa ditampar oleh para fansnya yang padahal gua bukanlah Seungyeon. Bahkan sama sekali gua belum liat penuh dan sekedar klik play di video itu.

Terdengar aneh ketika kalian menginginkan mereka beneran Real dan pacaran dan nikah dan hidup bahagia punya buah hati dan sampe kakek nenek dan sampe ajal menjemput mereka Real kaya gitu, hidup sebagaimana mestinya.

Well….. gua ngerasa kadang gua suka membuang-buang waktu buat mikirin hal itu. Mereka memang terlihat cocok jika bersama dan pada akhirnya gua sadar… perjalanan Seungyeon bukanlah sampe pada WGM. Dia bahkan aktris baru yang lagi naik daun, interview sana sini, drama lima puluh episode yang bakal tanyang di Oktober- November nanti.

Dia masih dua puluh tiga tahun. Karirnya baru jelih dan harus dikembangin lagi.  Jika pada akhirnya mereka Real ? apa mungkin bisa mereka sampe pada hal yang lebih serius yang memang kita pengenin, yang kita selalu delusi tiap saat dan berangan mereka bener-bener dating dan fualahhhhhh…. Pada akhirnya mereka bukan jodohnya, yakin kalian bakal kuat? Karna sesungguhnya yang gua pengenin sama kaya kalian. Mereka Real dan hidup sebagaimana mestinya.

Jonghyun memang tampan. Lahir dari keluarga yang mempunyai ciri fisik yang bagus dan mungkin karir yang menunjang. Dia hebat dalam judo dari kecil, yang pada akhirnya memilih jadi musisi yang sukses hingga sekarang. Dia harus wamil.

Dan di situlah mereka… dunia mereka mungkin bukan seperti apa yang selalu kita fantasikan dalam nyata. Bergelut dalam kisah romansa yang mungkin mudah dibaca. bullshit

Sejujurnya gua bukan ahli analis yang mana sehabis acara WGM selesai gua bisa membingkai kata demi kata yang menggambarkan ilusi visual mereka. Well kadang gua hanya melihat sedikit tentang sisi Jonghyun. Gua percaya kok dia adalah pria yang baik dan sedikit kekanak-kanakan. Dan gua berharap Seungyeon baik-baik saja.

Be realistic.

Tulisan ini bukan gua pojokan pada satu pihak. Mengingat acara ini adalah sepasang dua insan yang berjibaku di dunia pernikahan.

Bukannya gua ga mengharapkan begaimana mereka nantinya.

Seungyeon.. gua mulai menyukai gadis ini, dan lebih menyukai lagi saat gua membaca artikel tentang seseorang yang pernah bertemu dangan dia secara lengsung. Di situ air mata gua mulai menetes membaca tulisan itu.

Kiranya begini isinya

“ Seungyeon seperti malaikat, wajahnya yang cantik, tubuhnya yang mungil, matanya yang berwarna cokelat madu membuat semua orang terdiam sementara. Dia menyapa ‘Hello’ dan tercengang atas buah tangan yang kami bawa. Dia menerimanya dengan baik dan memberikan Jersey baseball yang ia kenakan bersama Jonghyun sewaktu pengambilan shoting WGM, tidak lupa ia membubuhkan tanda tangannya yang khas di jersey tersebut.”

Siapa sih yang ga terharu pas baca tulisan kaya gitu. Jika kalian belum tau, itu adalah pengakuan dari seorang admin di dcgall (situs web korea) yang mana pada perayaan hari ke seratusnya bersama Jonghyun (wgm) dia dan seluruh donatur memberikan buah tangan dan ada juga yang dikirimkan sebagai charity. Di hari yang sama, Seungyeon mengupload hadiah persembahan hari ke seratusnya di istagram miliknya dan kalian tau berapa responder yang memberikan selamat di kolom komentarnya ? just see!

Intinya gua ga memihak pada satu orang. Karna yang gua suka dari gadis ini… betapa hebatnya dia berjuang naik dan sama sekali tidak mengaitkan atas masa lalunya yang jenuh. Hanya saja ia ingin melupakan tapi pada akhirnya seseorang membuat ia kembali bernostalgia. Tentu gua mengerti apa yang dia rasain pada waktu itu, tapi balik lagi, seseorang ini sungguh berniat untuk membangun semangat gadis ini untuk tidak perlu takut tentang masa lalu yang sebenarnya itu berharga.

“ Kau tidak perlu merasakan, biarlah aku usir dengan tekatku untuk membantumu naik ke atas.”

Sekiranya kata-kata itu yang bisa gua ambil dari seseorang yang sudah mengingatkan Seung yeon tentang masa lalunya… adalah Lee Jonghyun ( her viritual husband and CNblue guitaris )

Gua hanya berharap mereka berdua akan baik-baik saja, terlebih saat perpisahaan nanti mereka menjadi pasangan viritual.

Room without space

Monday, June 15, 2015 22:15

Dinuts.

 

Hansel and Gretel

(sequel of Peter pan)

Aku sudah menemukan Hansel dan Gretel

 

Tak jauh dari ujung hutan yang temaram

Mereka sedikit terpongah melihatku berdiri menatapnya

Deru napas mereka saling tarik ulur mengilir

Sedikit ku jelaskan tentang tujuanku

Dan akhirnya, mereka membawaku ke kediamannya yang sepi

Peter…

Rasanya sulit untuk menyanggupi banyak beban yang bergelayut

Aku sendiri bahkan tidak pernah menyembunyikan senyum yang hangat

Menyapa dengan kata yang ramah dan baik

Pan..

Aku takut akan esok pagi

Esok pagi yang selalu ku temui dan harus ku lewati

Bahkan jika aku menginginkan untuk tetap tinggal

Rasanya aku berada di arah yang membuatku semakin tertekan

Barusan,

Hanya dua menit aku berbicara pada Hansel dan Gretel

Tentang nenek sihir dan ibu tirinya yang jahat

Ayahnya yang egois sementara dan ia kembali baik

Hansel dan Gretel agak sedikit linglung

Hingga membuatku sedikit kikuk

Namun mereka cukup baik

Menawarkanku secangkir cokelat hangat dan separo potong roti yang sudah sedikit mengeras

Selama dialog perbincangan berlangsung aku hanya terdiam

Hansel dan Gretel sungguh cerdas

Mereka bahkan tak pernah sama sekali mengeluh

Aku banyak terpincut

Sedang aku yang hidup dengan penuh keuntungan hanya bisa menunggu

Menunggu tanpa ada dalil yang mendorongku

Aku sudah banyak terbuai dengan dongeng

Cerita fiktif yang tak pernah ada

Tapi itu tak pernah ku gubris

Dongeng terkadang membuatku tak pernah merasa sendiri

Mereka banyak menawarkan bumbu fantasi yang ringan namun menyentuh

Aku mungkin gila, percaya dengan dongeng yang tak pernah nyata

Tapi

Manusia mempunyai karakternya masing-masing

Aku masih demikian

Kopi yang hangat di malam hari dan dingin yang menemani

Kita pasti akan bertemu kembali

Sekalipun terpenjara oleh tebing labirin yang tak ada habisnya

Hansel & Gretel

Peter Pan

Dear Peter Pan…

Aku ingin hidup sebagaimana dongeng

Bersuka cita dan kadang penuh luka

Aku sama sekali tak pernah menginginkan hal yang sangat buruk terjadi

Sesekali ku usap air mataku yang tergelincir jatuh mengenai pipi

Entah bagaimana aku hidup dalam dunia nyata

Karena aku hanya bergantung pada banyak keuntungan

Namun, aku tak pernah menyadari itu

Dunia ini seakan menekankanku pada seribu keadilan bahkan tidak

Aku tak pernah menyadari tentang hal yang sekiranya harus ku terima

Sungguh hari ini aku menangis

Duduk di tempat yang masih sangat sunyi

Di malam yang harusnya aku tertidur lelap

Menunggu esok pagi yang penuh misteri

Jalan ini kadang membawaku ke banyak pengalaman nan pilu dan sungguh pelik

Aku tak pernah merasa bahwa semua atau bahkan seujung jari ada banyak kesempatan yang lebih menarik

Terlebih sekarang aku hanya memikirkan hal yang tak kan pernah kembali’

Terbungkus menjadi sebuah pelajaran yang begitu pahit

Tak hanya sekali bahkan sudah genap yang kedua kali

Peter….

Apakah di sana Tinker bell baik-baik saja ?

Di musim dingin seperti ini apa dia tidak lupa untuk mengenakan pakaian hangat?

Sarapan roti panggang kaya serat di pagi hari

Dan tidak lupa untuk mengoleskan selai cokleat kesukaannya di atas roti

Ia tak begitu suka manis, maka dari itu jangan berikan Tinker susu full cream

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan dan jangan terlalu banyak keluar di musim dingin ini

Tetaplah untuk selalu menunggu saat salju sudah benar-benar mencair karena sinar matahari

Di musim panas …

Aku di sini masih menyukai kopi

Jenisnya cappuccino

Jangan terlalu mengkhawatirkanku Peter…

Kau harus lebih mengkhawatirkan Tinker

Karena,

Aku akan selalu baik-baik saja, begitu seterusnya…

Sampai aku tiba kembali

Di negeri yang kenyataanya hanyalah omong kosong

Negeri yang hanya ada dalam fantasi

Sampai aku bertemu Grim bersaudara

Hansel dan Gretel

Aku berjanji akan mencari mereka

Yang menghilang di tengah hutan yang gelap

Di rumah nenek sihir yang jahat

Dan membawanya kembali

Ke tempat asal mereka

Meskipun itu tak akan mungkin

Aku

Pergi…

Good bye Pan

Sampai bertemu kembali di dimensi waktu yang berbeda

February, Tuesday 24 2015 (22:16)

Room without space

Drama Korea Pinocchio Berdasarkan Pelukisan Saya

Pinocchio is The Best Story of Drama that ever I watched after The Heirs

Ga bermaksud buat lebai atau apapun tentang judul di atas karena pernyataan itu memang bener adanya.

SINOPSIS_DRAMA_KOREA_Pinocchio
Pinocchio adalah drama Korea Selatan garapan SBS yang sungguh membius para dramares khususnya saya karena dari penilaian subjektif saya, Pinocchio ini mengacuh pada dunia KeReporteran yang mana adalah cita-cita saya sewaktu SMP.

Edited
Ditulis oleh Park Hye Ryun yang juga menulis drama yang dibintangi Lee Jong Suk lainnya, I Hear Your Voice dengan sutradara yang sama juga Jo Soo Woo. Penulis ini masih mempertahankan genre fantasinya dalam membubuhkan salah satu karakter untuk memerankan “senjata” fantasi mutahirnya.

Pinocchio Syndrom atau sindrom Pinokio atau tidak bisa berbicara bohong, karena jika si pasien berbicara bohong akan mengalami cegukan yang lumayan mengganggu. Kita bisa melihat bagaimana penulis bermain dengan dunia fantasinya yang cukup mengesankan. Dilihat dari drama yang ditulisnya juga (I Hear Your Voice) beberapa tahun silam, dimana kemampuan seseorang yang dapat membaca pikiran orang lain hanya dengan menatap matanya. Ajaib bukan?

Saya sangat menyukai kedua dramanya yang ditulis oleh beliau, namun kali ini saya akan berbagi cerita tentang drama yang tayang di musim dingin dalam dua tahun (2014-2015) dan tamat pada bulan januari tanggal 15 kemarin dengan rating tinggi. Drama ini berjumlah dua puluh episode oleh sebab itu saya belum puas. Haha walaupun cerita diakhirnya mereka bahagia, saya masih ingin melihat mereka berjibaku dengan dunia kewartawanan yang lebih.

Dikemas dengan begitu apik dengan banyak kelebihan dan kekurangan sekaligus soundtrack yang sangat menyatu dengan drama, adegan per adegan. Adalah hal yang saya tak bisa lupakan mengenai karakter-karakter dibaliknya. Jujur, saya sungguh sungguh sangat sangat sangat setuju dengan pemilihan karekter di drama ini. Entah dari pemeran utama, pelengkap dan juga cameo yang tak tanggung-tanggung, kali ini sutradaranya memborong lumayan banyak pemain sekaligus cameo dari aktris terkenal dan juga beberapa yang pernah bermain di drama I Hear Your Voice termasuk si pemeran utama dari kedua judul drama tersebut, Lee Jong Suk.

Bermain dengan Park Shin Hye mungkin sudah tidak terlalu canggung bagi Jong Suk, karena sebelumnya mereka pernah bekerja sama dalam pemotretan model di beberapa majalah maupun iklan. Dan saya memberikan banyak apresiasi untuk kedua pemain ini karena banyak kemistri yang tersaji termasuk kisah percintaan mereka yang mana status Ha Myung atau Dal Po (Lee Jong Suk) adalah paman tirinya bagi In Ha (Park Shin Hye).

IMG_20141106_101954IMG_20141106_105547

Well, saya jujur tanpa cegukan, saya belum mengikhlaskan drama Pinocchio ini tamat. Serius bahkan darius! Bukan kerena ceritanya yang menggantung atau semacamnya (karena drama ini berakhir dengan sukses) tapi… saya masih belum bisa melepaskan mereka-mereka termasuk Ki Jae Myung (kakaknya Ha Myung) mengapa doi mesti jadi buron dan akhirnya dia hanya bisa memerankan karakternya di kantor polisi.. heol! Hahaha

IMG_20141219_190104

But last may be… ini rekomendasi banget buat kalian yang sungguh berstatus penikmat drama Korea. Dramanya sungguh unik, DAEBAK karena dialognya dan juga banyak kata-kata bagus yang membuat kita terpongah. LUCUnya ada juga, jadi kalian ga usah tegang karena hanya memikirkan perseturuan yang hanya akan berakhir di penghujung episode maka dari itu kalian gak bakal bosen. Dan satu hal….

Setelah memonton menuju di episode-episode terakhir,

Kalian – bakal – sulit –untuk – melepaskan – semuanya. Susah Move on dan juga rasanya pengen tau lagi gimana episode-episode selanjutnya yang padahal itu udah End!

Yaudah lah, mereka hanyalah mereka. Karena perbedaannya memang di situ kalo soal Drama.

Judul akan selalu memberitahu sama dengan isi dalam dramanya.

So, saya masih agak sedih karena ini sudah berkahir. Well, semoga bisa bertemu lagi dengan drama yang berkesan selanjutnya.

I Love You Pinoccho :*

IMG_20141027_151021