Bulan: Februari 2015

Hansel and Gretel

(sequel of Peter pan)

Aku sudah menemukan Hansel dan Gretel

 

Tak jauh dari ujung hutan yang temaram

Mereka sedikit terpongah melihatku berdiri menatapnya

Deru napas mereka saling tarik ulur mengilir

Sedikit ku jelaskan tentang tujuanku

Dan akhirnya, mereka membawaku ke kediamannya yang sepi

Peter…

Rasanya sulit untuk menyanggupi banyak beban yang bergelayut

Aku sendiri bahkan tidak pernah menyembunyikan senyum yang hangat

Menyapa dengan kata yang ramah dan baik

Pan..

Aku takut akan esok pagi

Esok pagi yang selalu ku temui dan harus ku lewati

Bahkan jika aku menginginkan untuk tetap tinggal

Rasanya aku berada di arah yang membuatku semakin tertekan

Barusan,

Hanya dua menit aku berbicara pada Hansel dan Gretel

Tentang nenek sihir dan ibu tirinya yang jahat

Ayahnya yang egois sementara dan ia kembali baik

Hansel dan Gretel agak sedikit linglung

Hingga membuatku sedikit kikuk

Namun mereka cukup baik

Menawarkanku secangkir cokelat hangat dan separo potong roti yang sudah sedikit mengeras

Selama dialog perbincangan berlangsung aku hanya terdiam

Hansel dan Gretel sungguh cerdas

Mereka bahkan tak pernah sama sekali mengeluh

Aku banyak terpincut

Sedang aku yang hidup dengan penuh keuntungan hanya bisa menunggu

Menunggu tanpa ada dalil yang mendorongku

Aku sudah banyak terbuai dengan dongeng

Cerita fiktif yang tak pernah ada

Tapi itu tak pernah ku gubris

Dongeng terkadang membuatku tak pernah merasa sendiri

Mereka banyak menawarkan bumbu fantasi yang ringan namun menyentuh

Aku mungkin gila, percaya dengan dongeng yang tak pernah nyata

Tapi

Manusia mempunyai karakternya masing-masing

Aku masih demikian

Kopi yang hangat di malam hari dan dingin yang menemani

Kita pasti akan bertemu kembali

Sekalipun terpenjara oleh tebing labirin yang tak ada habisnya

Hansel & Gretel

Peter Pan

Dear Peter Pan…

Aku ingin hidup sebagaimana dongeng

Bersuka cita dan kadang penuh luka

Aku sama sekali tak pernah menginginkan hal yang sangat buruk terjadi

Sesekali ku usap air mataku yang tergelincir jatuh mengenai pipi

Entah bagaimana aku hidup dalam dunia nyata

Karena aku hanya bergantung pada banyak keuntungan

Namun, aku tak pernah menyadari itu

Dunia ini seakan menekankanku pada seribu keadilan bahkan tidak

Aku tak pernah menyadari tentang hal yang sekiranya harus ku terima

Sungguh hari ini aku menangis

Duduk di tempat yang masih sangat sunyi

Di malam yang harusnya aku tertidur lelap

Menunggu esok pagi yang penuh misteri

Jalan ini kadang membawaku ke banyak pengalaman nan pilu dan sungguh pelik

Aku tak pernah merasa bahwa semua atau bahkan seujung jari ada banyak kesempatan yang lebih menarik

Terlebih sekarang aku hanya memikirkan hal yang tak kan pernah kembali’

Terbungkus menjadi sebuah pelajaran yang begitu pahit

Tak hanya sekali bahkan sudah genap yang kedua kali

Peter….

Apakah di sana Tinker bell baik-baik saja ?

Di musim dingin seperti ini apa dia tidak lupa untuk mengenakan pakaian hangat?

Sarapan roti panggang kaya serat di pagi hari

Dan tidak lupa untuk mengoleskan selai cokleat kesukaannya di atas roti

Ia tak begitu suka manis, maka dari itu jangan berikan Tinker susu full cream

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kesehatan dan jangan terlalu banyak keluar di musim dingin ini

Tetaplah untuk selalu menunggu saat salju sudah benar-benar mencair karena sinar matahari

Di musim panas …

Aku di sini masih menyukai kopi

Jenisnya cappuccino

Jangan terlalu mengkhawatirkanku Peter…

Kau harus lebih mengkhawatirkan Tinker

Karena,

Aku akan selalu baik-baik saja, begitu seterusnya…

Sampai aku tiba kembali

Di negeri yang kenyataanya hanyalah omong kosong

Negeri yang hanya ada dalam fantasi

Sampai aku bertemu Grim bersaudara

Hansel dan Gretel

Aku berjanji akan mencari mereka

Yang menghilang di tengah hutan yang gelap

Di rumah nenek sihir yang jahat

Dan membawanya kembali

Ke tempat asal mereka

Meskipun itu tak akan mungkin

Aku

Pergi…

Good bye Pan

Sampai bertemu kembali di dimensi waktu yang berbeda

February, Tuesday 24 2015 (22:16)

Room without space