Bright Fellows

Aku dan Keempat Malaikat Yang Menemani

Kini senja telah berganti menjadi malam. Di tempat yang ku duduki saat ini terasa lebih nyaman walau sunyi. Waktu telah menemaniku banyak hal dan selalu mengingatkanku tentang apa yang harus ku hindari dan harus ku jalani.

Pernah suatu hari, aku sedang bersama temanku yang cantik nan baik, dia lumayan solehah menurutku. Sajak tentang cerita bagaimana dengan hal gaib dan tak tersentuh sama sekali. Adalah Malaikat yang selalu membatu mengawasi.

Langit kiranya tidaklah sesepi dan seluas jagat yang sering kita pandangi sehari semalam. Entah di atas sana kiranya sudah sesak dengan segumpulan Malaikat-Malaikat yang diamanati oleh Tuannya untuk mengawasi ciptaan yang paling dimuliakan daripada mereka.

Tentang apa, bagaimana, dan mengapa. Langit sejatinya menjadi bukti nomor kesekian nantinya di masa depan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Luar biasa ciptaan Beliau, tak pernah ada yang cacat sekalipun. Seperti skenario drama-drama korea yang akhir-akhir ini tak pernah dilewatkan, begitu apik dan rapi.

Maha suci Engkau yang diakui oleh banyak umat bahwasanya Dialah yang seharusnya kita syukuri atas segala nikamat yang tak sekiranya dapat dibalas hanya dengan “memberi sepotong biskuit”

Dan hari ini seharusnya kita patut bersyukur. Tentang hari yang selalu dipermasalahkan mengenai keesaanNya. Well, bukan tentang siapa yang harus kita salahkan dan bukan soal apa yang harus kita gunjingkan. Tetaplah menjadi seorang yang seharusnya dan biarkan orang lain mengerjakan apa yang orang lain biasa kerjakan.

Menyikapi masih dengan cara bagimana yang telah diajarkan Baginda kepada umatnya.

Alhamdulillah

Dec 25 2014, Thursday (19;49)

Iklan