Fan Fiction [FF] ~ Ninja Academy (Chapter 1)

|| Author : Dinuts || Main Cast :  Do Kyungsoo, Kim Joon Myun and Lee Ji Eun || Other cast : Wu Yi Fan, Huang Zi Tao, Kim Jong In and Kim Jong Dae | | Length : Two shots || Genre : Friendship, Family, Romance|| Rating : T || Disclaimer : This Fict belong to me || Summary: Persahabatan, percintaan, penghianatan semua terjadi di sebuah sekolah Ninja di desa Konoha.

@dinitrihan_lfc

Jellyicecream.wordpress.com

Ninja Academy cover

Enjoy… 🙂

———————————————

Di sebuah halaman rumah yang terletak di desa Konoha, dua kakak beradik sedang serius melakukan suatu hal yang mungkin baru kakaknya saja yang bisa melakukan. Haruno Tao yang terlihat sedang serius mengajarkan sang adik, Haruno Jieun

Tap… tap.. tap

Tangan dan kaki Jieun mengikuti apa yang dilakukan sang kakak dan mulai melakukannya sendiri

“Coba kau lakukan seperti ini!” sang kakak memperlihatkan gerakan demi gerakan yang ia tunjukan kepada adiknya itu “Apa kau bisa?” tanyanya

Kakak Jieun yang sekarang menyandang gelar Jounin ini atau yang biasa disebut Ninja Elit adalah salah satu dari beberapa orang di desanya yang beberapa bulan lagi akan mengikuti tes ujian Tokubetsu Jounin (Ninja Elit Spesial), tingkat ninja yang satu level lagi akan menjadi ninja ANBU atau ninja tertinggi di level ujian

“Kau hebat sekali kak” kata Jieun yang memuji sang kakak akan semua jurus ninja yang diperlihatkannya “Aku tidak bisa” ucapnya sembari duduk beristirahat di bawah pohon rindang di halaman rumahnya

Tubuh yang masih kecil memang tidak seharusnya Tao menyuruh sang adik untuk mengikuti gerakan ninja yang baru ia pelajari saat ini

“Ayolah!! Hanya mengikuti gerakan seperti itu saja kau tidak bisa” Tao memaksa dan menarik tangan adiknya yang baru saja duduk

“Kau yang benar saja! aku ini masih berusia 5 tahun, sangat sulit bagiku untuk belajar jurus ninja level Jounin seperti itu” kesalnya

“Ahhh kau payah!”

Tao memang mempunyai sifat yang sangat antusias. Ia seorang pekerja keras apalagi semenjak ditinggal sang ibu untuk selama-lamanya karena gugur dalam peperangan melawan pemberontakan di desa Kirigakure, desa tempat kakeknya berada

Ia pun ikut duduk di samping sang adik. Merebahkan tubuhnya yang lelah untuk bersandar di pohon tersebut. Kedua tangannya membentuk segitiga untuk penyandar kepalanya dan kakinya ia luruskan. Ia memejamkan matanya. Sesekali angin berhebus, menyebabkan cahaya matahari dari celah-celah daun menerpa wajahnya

“Jieun…” panggil Tao lembut pada sang adik

“___” tidak ada jawaban

“Hey Haruno Jieun!” Ia bangun dan melihat sang adik tertidur pulas. Wajahnya yang sangat imut ketika melihat sang adik tertidur, jarang ia lihat. Siang ataupun malam ia lebih sering berada di rumah sang guru untuk belajar apa saja yang benar-benar belum bisa ia lakukan dan terlebih ketika ia sedang sekolah ninja. Bahkan Tao sering menginap di sekolahnya, Ia benar-benar pekerja keras

Sifat jahil Tao akhirnya muncul. Ia melihat ranting pohon kecil yang berada tidak jauh darinya dan mulai menggelitiki wajah sang adik dengan benda itu

Jieun terbangun dari tidur sehabis latihan yang membuatnya lelah dan Tao yang berhasil menjahilinya, tertawa seolah-olah ia telah berhasil membunuh musuh utama di desanya

“Kakak!!!!!” teriak sang adik dan mencubit lengan kakaknya yang masih saja tertawa geli. Jieun memanyunkan bibirnya yang merah seperti buah cherry sambil melihat sinis ke arah kakaknya

Akhirnya Tao menyudahi tertawanya itu dan diam. Pandangannya mengarah ke depan, di sebuah teras samping rumah yang lantainya terbuat dari kayu yang kuat

“Apa kau merindukan Ibu?” satu pertanyaan Tao yang memecahkan keheningan. Ia menunduk sembari tangannya memainkan pasir dan menulis nama sang ibu, Yoona Haruno dengan ranting yang baru saja ia gunakan saat menjahili sang adik

Sekarang mereka bedua hanya tinggal bersama sang ayah, namun sebagai guru ninja, ayahnya juga sangat sibuk dan jarang berada di rumah meskipun hanya makan siang atau makan malam bersama

Jieun menghela nafas

“Bagaimana tidak.. di usiaku yang menginjak tiga tahun..” bulir bening mulai memenuhi matanya yang berwarna coklat pekat itu, karna bendungannya tak kuat, keluarlah air mata Jieun. Ia mencoba mengusap air matanya pelan “Sangat dini.. ketika mendapati kabar bahwa ibu.. ikut tewas karna pemberontakan. Secepat itukah?”

Tao melirik sang adik yang pandangannya melihat tanah yang berpasir kering

“Kakak mana yang tidak sedih melihat adiknya sedih. Aku juga sangat sedih. Apalagi diusiamu yang terlalu kecil mengetahui kabar seperti itu. Aku sangat ingin sekali sesering mungkin berada disisimu, melindungimu sebagai seorang kakak, mengajarimu hal-hal yang baik. Aku memang terlalu sibuk dengan sekolah ninjaku, maka dari itu aku sangat berharap kau cepat-cepat diterima di sekolah ninja. Menjadi ‘Murid Akademi’ dan mengikuti setiap ujian agar kau naik ke level yang lebih tinggi” ucap Tao dalam hati

Sembari melihat adiknya menitikan air mata Tao pun bercerita

“Di setiap aku berlatih, ibu selalu memperhatikanku di teras itu. Wajahnya yang cantik berbinar seolah-olah memberikan isyaratkan untukku terus bersemangat. Ia duduk, di sampingnya telah ia persiapkan beberapa piring makanan manis kesukaanku dan secangkir teh hangat untukku. Ia selalu melakukan hal itu setiap aku berlatih” Tao pun tak luput dari kesedihannya, seolah-olah kuat menahan air mata yang sangat sulit jika ditahan.. akhirnya jatuh juga

“Terakhir kali aku melihatnya saat aku sedang berlatih. Ibu duduk sembari menggendongmu. Saat itu kau masih berusia 9 bulan, dimana aku sudah jarang lagi berada di rumah karna ujian ninja yang mengharuskanku menginap di sekolah” tambahnya

Melihat sang kakak menangis, Jieun mencoba menggodanya

“Kau cengeng”

“Apa? Hei Jieun! Ini bagian paling tersedih.. seharusnya kau juga menangis, bukannya mengejekku seperti itu” Tao berteriak marah pada sang adik. Jieun yang mendengar ocehan kakaknya hanya tertawa menggelitik

“Ehemmmmm”

Terdengar suara berat dari arah samping kiri mereka yang membuat mereka terkejut

“Ayahhhhh…” kompak mereka berteriak memanggil sang ayah

Mereka berlari menuju sang ayah, Kris Haruno dan memeluknya. Ayahnya tertawa melihat kelakuan kedua anaknya itu. Maklum saja, Kris sangat sibuk mengajar beberapa muridnya di sekolah ninja

“Kau sudah pulang yah? Aku rindu sekali padamu. Seminggu tidak ada ayah.. di rumah sepi, apalagi kakak Tao akan menghadapi ujian” kata Jieun manja

Kris yang berpostur tinggi langsung berjongkok karna tinggi Jieun yang masih jauh darinya

“Banyak murid yang harus diawasi untuk ujian kali ini.. jadi ayah tidak bisa pulang. Ayah sangat merindukanmu Jieunkuuuu” hidung Jieun yang mungil dan menggemaskan tak pelak membuat sang ayah mencubitnya pelan

Ayahnya pun berdiri

“Kau sudah berlatih hari ini?” tanyanya pada anak pertamanya itu

“Sudah..”

“Hmmm kalian pasti sangat lelah.. bagaimana kalau kita makan mie ramen paling enak di desa ini” ajak Kris pada dua anaknya

Ajakan yang sangat bagus, karna Tao dan Jieun sangat semangat menjawabnya

“Ayooooo yah….” Teriak keduanya

======

“Hari ini, kudengar ada murid baru” kata seorang pria berbaju biru tua yang berdiri, tangan kirinya yang dimasukan ke saku celana dimana tangan kanannya memegang gelang tali berwarna hitam dan bersandar di tembok kantin

Dia adalah Kyungsoo Uchiha. Pria yang sangat dielu-elukan oleh banyak wanita karna ketampanannya. Tatapan mata yang membuat siapa saja terpesona olehnya namun sangat disayangkan, pria ini sikapnya sangat dingin

“Aku berani taruhan! pasti murid barunya adalah pria kan? Ah berita ini sama sekali tidak menarik” ketus pria yang tak lain dan tak bukan adalah Suho Uzumaki

“Sok tau kau! murid barunya wanita” ucap Kyungsoo dingin

Mie ramen yang memenuhi mulut seorang pria yang sangat antusias jika mendengar hal mengenai wanita itu langsung menelan habis dan menyambar minum yang berada di samping mangkuk mienya

“Wanita?”

“Cepat habiskan makananmu! Guru Tiffany akan memarahi kita jika kita terlambat masuk kelasnya terus” desak Kyungsoo pada Suho

Suho segera menghabiskan mie ramennya yang menjadi makanan wajibnya di saat sarapan ataupun istirahat. Mereka buru-buru berlari. Suho yang baru saja makan, tidak kuat untuk berlari cepat

======

Di sebuah kelas tingkat ‘Murid Akademi’ atau Ninja Akademi, Haruno Jieun masuk dan memperkenalkan diri. Dibimbing oleh sang guru matematikanya Tiffany Tsunade

“Perkenalkan, namaku…..-”

“Maaf kami terlambat” suara yang tak asing bagi guru Tiffany setiap pelajarannya baru dimulai, Suho Uzumaki

Guru Tiffany menatap sinis ke arah Suho. Guru yang terkenal dengan kemodisan dan tegasnya itu mulai memelototi Suho dan rekannya, Kyungsoo. Baju berwarna merah jambu terang yang selalu mewarnai harinya setiap kali mengajar, menjadi bahan lelucon murid-murid di kelas ini

Hanya satu lirikan mata yang dapat dibaca oleh kedua makhluk nista ini.. berdiri di depan kelas dengan tangan kanan dan kiri menyilang menyentuh telinga

“Kau boleh melanjutkannya nak!” perintahnya pada Jieun

“Namaku.. Jieun Haruno, berasal dari klan Haruno, mohon bimbinganya” perkenalan diakhiri dengan membukukan badan Jieun

Soho yang terkekeh melihat murid baru di kelasnya itu hanya bisa diam dan terus memperhatikan

“Demi dewa yang melindungi desa Konoha.. Dia sangat cantik, malaikat kah? Ahhhh dia dia dia, wanita yang bisa membuatku bicara dalam diam” batinnya

“Wajahnya sama persis dengan ibunya.. cantik” ucap Kyungsoo dalam hati

*Flashback

“Siapa yang bernama Kyungsoo Uchiha?”

“Aku… aku..aku bi”

“Hehehe, berapa usiamu sekarang?”

“Usiaku 3 tahun”

“Anak pintar… ini bibi berikan hadiah. Taraaaaaa, satu buah permen untukmu”

“Terima kasih bi… Oh ya bi, apa aku boleh mencium Jieun?”

“Boleh…  lihat dia tertidur dipelukan bibi”

“Muahhhh…”

“Hihihi anak yang lucu”

*Flashback end

Kelas ninja tingkat satu oleh guru Tiffany sudah berakhir. Para murid sudah boleh pulang ke rumahnya masing-masing. Terlihat Jieun sedang menunggu seseorang.. dan Suho datang mulai mengganggunya

“Sed-ang menunggu apa murid baru?” tanya Suho dengan wajah yang begitu semangat dan tingkah yang menggelikan, namun Jieun tidak menghiraukannya

Dengan jurus mencari perhatian, Suho mencoba membuat wanita itu agar berbicara padanya

“Kelas sudah mulai sepi.. aku jadi merinding, belakangan in—“ Suho menghentikan pembicaraanya karna Jieun beranjak dari tempat duduknya dan keluar kelas

“Wanita ituuuuu…” geramnya sambil memukul-mukul meja hingga membuat telapak tanganya memerah dan kesakitan “Aduhhh” keluhnya sembari mengusap-usap telapak tangannya

======

Di perjalanan pulang, Jieun tak sengaja berpapasan dengan seorang pria memakai baju biru tua. Gelang yang mengikat tangan kirinya dan tangan yang kanan berada di dalam saku celananya, Kyungsoo Uchiha

“Kau baru pulang?” sapaan pertama Kyungsoo untuk Jieun. Jieun yang berjalan di sampingnya menoleh. Wajah yang sangat familiar baginya di kelas tadi. Wajah yang menghiasi depan kelasnya karena hukuman yang diterima dari guru matematika di kelas, Tiffany Tsunade

“Temanmu…  membuatku tidak nyaman” ucapnya singkat. Ini pertama kalinya Kyungsoo bertemu dengan wanita yang sikapnya melebihi dirinya, bahkan melebihi dinginnya es di kutub selatan. Karna biasanya Kyungsoo selalu bertemu dengan wanita yang pasti akan histeris jika diajaknya berbicara. Ketampanan yang dimiliki dan kharismanya yang selalu membuat wanita kagum tak berdaya

“Dia memang orangnya seperti itu. Dia bocah yang periang”

“Kau belum mengikuti Ujian ninja tingkat Genin ?” tanya Jieun yang mencoba memecahkan keheningan

“Aku baru 2 tahun berada di kelas Akademi, lagi pula aku belum mengikuti satu ujian tersisa. Dan guru kami… yang sering lupa akan hari ujian kami. Dia selalu datang terlambat, 3 bahkan 12 jam kami menunggunya. Dia mampunyai alasan yang klasik ketika datang terlambat, alasan yang sangat absurd” kata Kyungsoo yang sudah lulus tes jurus Bunshin dan Hange, dimana ia harus melewati satu ujian tes lagi, Oroike agar mendapatkan Pelindung Kepala dan dapat mengikuti ujian Genin (Ninja junior)

“Siapa?”

“Kau juga akan mengetahuinya besok. Ia akan mengajar cara menangkap kucing.. huh aku sudah bosan melakukan hal itu berkali-kali, padahal aku sudah berhasil menangkap 40 kali namun Suho selalu gagal. Maka dari itu, ujian selalu dilakukan sampai ia berhasil menangkap walaupun hanya sekali” Mendengar hal ini Jieun tertawa

“Tingkahnya yang tidak bisa diam itu, mangkanya kucing takut padanya”

Perjalanan yang lumayan pajang, menjadikan suasana hening seketika karna sudah tidak ada lagi bahan pembicaraan untuk dibicarakan

Plukkkk…..

Sebuah batu kecil yang dilempar seseorang dari arah belakang, sukses mendarat mulus di kepala Uchiha Kyungsoo. Langkahnya pun terhenti dan menoleh ke arah belakang, membuat Jieun juga menoleh karna melihat Kyungsoo berhenti berjalan dan berbalik

“Suho…?” Kyungsoo mengusap-usap kepalanya “Apa tidak ada cara lain untuk menyapaku lebih jahat lagi?”

Uzumaki Suho menghampiri mereka berdua. Jieun terdiam, sesekali matanya terlihat sinis. Suho yang baru saja membuatnya ia tak nyaman tadi tiba-tiba datang memecahkan keheningan mereka

“Teman macam apa kau meninggalkanku!”

“Katanya kau ingin menunggu seseorang” balas Kyungsoo datar

“Orang itu meninggalkanku, karna ketakutan dengan cerita mistis yang kuberitahu padanya. Padahal ceritanya belum selesai” ucap Suho yang matanya mengarah lurus ke Jieun

“Cihh” Jieun mendesah dalam hati “Aku duluan” ia mengamati sebuah tanda baju yang dikenakan Kyungsoo “U-chi-ha” ucapnya. Jieun berjalan membelakangi Kyungsoo dan Suho

“Ya!!! Kau… wanita sombong!” kesal Suho, ia juga sangat marah karna ia hanya pamit dengan Kyungsoo, padahal ia juga ingin diajak bicara oleh Jieun

“Heiii kau!! Pria yang sok kenal” Jieun mengisyaratkan Suho untuk berhati-hati, karna ia berbakat dalam hal bela diri yang selalu diajarkan oleh kakaknya

“Apaaa-apaan.. !!! apa dia merasa bahwa dia yang terkuat?” Suho berbicara pada Kyungsoo, Kyungsoo hanya terdiam mencoba menahan tawa kecil karna kelakuan rekannya itu

Bugggggg…

Bogem mentah yang dibuat oleh Jieun dengan kepalan tangan kanannya berhasil membuat pipi kanan Suho memerah

“Itu baru awal!” ketusnya dan berjalan kembali meninggalkan mereka berdua. Suho langsung memegang pipinya yang terkena bogem mentah dari seorang Jieun

“Aaaaaa… Kyungsoo….. ini sangat sakit” teriaknya. Melihat temannya yang bertingkah kekanak-kanakan itu tidak diperdulikan olehnya, ia pun juga ikut meninggalkan Suho

“Jangan seperti anak kecil”

“Yakk Kyungsoo…………..tunggu…….”

======

Langit malam yang terang, disinari cahaya bulan yang membentuk bulat sempurna dan dihiasi kelap-kelip bintang yang bertabur di langit yang luas ini. Kai Uchiha, ia sedang latihan jurus-jurus yang ia baru pelajari di sekolahnya tadi pagi. Ia berlatih di sebuah halaman luas depan rumahnya. Dan sang adik, Kyungsoo Uchiha sedang memperhatikannya dibalik pintu

“Jangan terus berada di balik pintu! Nanti kau tidak akan tau jurus-jurus apa yang kupelajari ini. Keluarlah!” Kai sudah mengetahui keberadaan sang adik

Kai adalah kakak yang baik namun sikapnya sangat misterius. Ia juga tak segan-segan menjadikan sang adik sebagai contoh musuh dalam mempraktekan jurusnya, yang membuat sang adik pernah cedera bahkan terluka serius, tapi hal ini tak pernah ia lakukan lagi. Ia sangat menyayangi adiknya itu dan menyesal dengan sikapnya yang kekanak-kanakan dulu

“Kau mengetahui keberadaanku ternyata” kata adiknya dan berpindah duduk di teras sembari memperhatikan apa yang dipelajari oleh kakaknya itu

“Apa itu jurus baru?”

“Iya”

Terlihat Kai sangat serius dalam belajar jurus-jurus barunya. Tongkat yang terbuat dari besi ia putar-putar mengikuti gerakan tangannya yang lihai itu. Ia bergerak memutar dan lompat. Sangat hebat

“Kau masih berteman denganya?” tanya Kyungsoo pada Kai. Kai berhenti, melirik tajam ke arah adiknya sembari berfikir siapa yang dimaksud adiknya itu. Ia melanjutkan latihannya lagi “Untuk apa kau menanyakan hal itu?” tanyanya

“Adiknya… baru saja masuk di kelas ninja”

Kai adalah teman dekat Tao, walaupun mereka satu kelas namun mereka bersaing untuk ujian demi naiknya tingkatan ninja. Terkadang mereka selalu beradu agrumen, siapa yang terhebat. Pastilah, mereka memilih dirinya sendiri

Kakaknya mendesahkan tawa kecil, ia menghentikan latihannya untuk beristirahat sebentar dan duduk di samping adiknya. Kyungsoo langsung memberikan minum untuknya

“Semua keluarganya berasal dari keluarga ninja, klan Haruno. Kakeknya adalah prajurit sekaligus Kage (pemimpin desa) di desa Kirigakure. Ibu dan ayahnya adalah guru di sekolah ninja, sayang.. ibunya gugur dalam pemberontakan di desa tempat ayahnya berasal”

“Dia berbeda.. Ketika dia masih bayi saat berada dipelukan ibunya. Bibirnya yang mungil, matanya yang coklat pekat warisan dari kakeknya. Dia tumbuh menjadi wanita yang cantik” ucap Kyungsoo yang mengalihkan topik pembicaraan kakaknya. Melihat kelakuan sang adik, Kai menatapnya penuh heran

“Kau bicara seolah-olah kau tertarik padanya. Jika kau menyukainya akan kusampaikan kepada Tao” kakak beradik yang biasanya terlihat sangat dingin ini akhirnya mereka bisa melelehkan dinginnya sikap mereka berdua dengan perbincangan hangat seperti ini

“Bukan… bukan begitu.. hanya saja ada yang berbeda darinya” ucap Kyungsoo yang sangat handal untuk beralibi

======

Hari ini adalah pelajaran guru Chen Hatake. Pelajaran yang masih sama, Menangkap kucing. Murid-murid terlihat sudah lelah dan jengkel menunggu datangnya guru yang sangat hobi membaca buku yang berjudul Icha-Icha Paradise karangan Jiraiya

“Apa selama ini? Sudah lebih dari 4 jam kita menunggunya” Jieun mengeluh, karna ini adalah hari pertamanya ia akan diajar oleh guru Chen

“Sabarlah, mungkin buku yang dibacanya belum selesai” ucap Kyungsoo santai

“Apa?  membaca buku?” Mata Jieun melotot ke arah Kyungsoo yang sedang bersandar di pohon besar dan menaruh tangannya di dada, sedangkan Jieun duduk di dekatnya

“Iya.. buku yang selalu ia baca berulang-ulang. Icha-icha paradise”

Beberapa jam kemudian, tibalah guru yang sangat dinanti-nanti para muridnya dari tadi pagi

“Maaf aku terlambat… Aku tersesat di jalan, bernama kehidupan dan…”

“Menolong seorang nenek tua yang membawa belanjaannya” Suho mencoba meneruskan perkataan guru Chen karna ia tahu semua alibi-alibi gurunya itu “Sudah bisa ditebak, huh alasan kuno!”

“Nah kau tepat sekali Suho!” ucap gurunya itu

Mereka pun akhirnya berbaris memperhatikan pengarahan yang diberikan guru Chen. Suho, Jieun dan Kyungsoo baris sampingan

“Lihatlah! Raut wajah yang seolah-olah tidak berdosa itu” Suho mengatakan suatu hal yang membuat konsentrasi Jieun dan Kyungsoo terpecah olehnya “Kenyataannya dia pernah tidak lulus ujian fisika dan banyak melakukan kekacauan di lab”

Mendengar hal itu Jieun tertawa kecil “Benarkah?” Ia menahan tawanya, mencoba menutupi mulutnya dengan kepalan tangnya “Iya” jawab Kyungsoo yang juga mengetahui bahwa gurunya pernah gagal dalam ujian fisika

“Aku mendengarnya Uzumaki Suho… aku akan menunggumu untuk tes ujian sampai kau berhasil menangkap satu ekor kucing, meskipun hingga pagi menjelang” teriak guru Chen yang ternyata ia mendengar perkataan muridnya yang kurang ajar itu

“Appp… apaa…?” Suho tercengang mendengarnya

Benar saja, ketika mereka mulai untuk tes menangkap kucing hanya Suho saja yang belum bisa menangkapnya satu ekor pun. Tangannya yang hampir berhasil digagalkan oleh guru Chen dengan gerakan tangan yang dapat menggerakan kucing yang ingin ditangkap oleh Suho dan membuat kucing itu kabur-kaburan terus ketika ada Suho

“Aku lelah guru….” Keluhnya. Keringatnya telah membasahi semua baju yang dipakainya hari ini. Suho mulai merasa kedinginan karna angin malam yang juga membuatnya terasa semakin dingin

“Minggu depan kalau begitu. Kau masih gagal dalam tes menangkap kucing”

Happpp… satu genggaman kucing yang berhasil ia tangkap

“Guru….. aku berhasil mengkapnya…” teriaknya yang begitu sangat senang

Guru Chen yang melihat hal itu, hanya menatap sepele “Kucing itu baru saja kulepas pengaruhnya, kalau saja aku masih memegang kendalinya, sampai sekarang kau tidak akan bisa menangkapnya”

“Aaa…appaa? Jad…di kau dari tadi?” ucap Suho yang kelelahan dan frustasi dikerjai oleh guru Chen

“Iya” jawabnya singkat

Gubrak -_- .. Suho menjatuhkan diri “GURU CHENNNNNNNN” geramnya

“Hei Guru Chen!! Hari ini aku mempunyai sebuah misi”

“Apa misimu?” lengkah  guru chen terhenti dan masih membelakangi Suho

“Aku akan mencuri semua novel kesukaanmu  dan menyembunyikan di tempat yang tidak kau ketahui sama sekali keberadaanya agar kau tidak terlambat lagi untuk mengajar kami…” Suho berteriak

“Akan kutunggu misimu itu” jawab guru Chen yang langsung meninggalkan Suho, berlari dan melompati pohon-pohon besar yang ada di dekat sekolahnya mengajar

===========

a few years latter….

Beberapa tahun mereka bersekolah di Sekolah ninja tersebut, hingga Suho dan Kyungsoo berhasil mengikuti tes ujian untuk naik ke level Chuunin di usia 17 tahun, begitu juga dengan Jieun yang berhasil lolos tes ujian Chunin bersama Kyungsoo dan Suho di usianya yang terbilang masih muda, 15 tahun

Di bawah pohon yang terbilang cukup besar, Jieun, Suho dan Kyungsoo sedang ada rapat kecil dengan guru ninja mereka, Chen Hatake

“Mungkin ini sebuah ancang-ancang dari tim musuh, kemarin para ninja mengatakan bahwa mata-mata yang diketahui bernama Siwon Yakushi sudah melakukan aksinya” kata guru yang selalu tampil dengan rambut yang menyibak ke atas

“Siwon Yakushi?” tanya Suho heran

“Kau tidak tahu Siwon Yakushi?”

Kyungsoo mendesahkan nafasnya

“Ia adalah mata-mata bagi Sooman Sasori”

“Iya benar.. dia adalah mata-mata bagi sooman” Guru chen mengklarifikasinya kembali “Kita harus menyusun misi untuk menghindari pemberontakan dadakan oleh musuh” tambahnya

“Bagaimana jika malam ini, mereka mulai menyerang dengan melakukan penyergapan?” tanya wanita yang satu-satunya ada di rapat itu, Jieun

Guru Chen Hatake mengambil ranting yang cukup tebal dan panjang. Ia mulai menggambar dan membuat rencana beserta denah-denah mana saja yang akan dilindungi dan diawasi, di tanah yang tak jauh dari perbincangannya

“Tidak.. mereka tidak seceroboh itu. sangat awal jika mereka melakukannya malam ini”

“Teman bisa menjadi penghianat dan penghianat bisa menjadi teman, kalian harus mewaspadai hal itu” kata guru Chen yang memberikan peringatan kepada ketiga murid kesayangannya itu. Bagaimana tidak dianggap kesayangan, dari kelas ninja level Genin, hanya mereka bertiga saja yang sudah lulus tes. Murid yang lainnya, masih menunggu waktu

To be Continue —> Chapter 2

Iklan

4 comments

  1. heleeeeh~ kok komentarku nggak ada sih thor? tapi, aku yakin dulu uda pernah ngasih komentar di ff ini. apa mungkin ninja academy bkn dipost di blog ini aja ya thor
    ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s